Frequently Asked Questions

Frequently Asked Questions

Sebagai kota budaya, Banyuwangi memiliki banyak tradisi daerah yang diusung dalam festival di Banyuwangi. Berbagai budaya tersebut memiliki berbagai sejarah dan hal-hal mistis tersendiri. Tradisi daerah tersebut antara lain:

a. Seblang Olehsari
Seblang Olehsari merupakan tradisi warga Olehsari yang diadakan setiap satu minggu setelah Idul Fitri dan terlaksana selama satu minggu. Seblang Olehsari ini ditarikan oleh orang yang terpilih secara supranatural oleh Gambuh (pawang) yang biasanya merupakan garis keturunan dari seblang tersebut. Seblang Olehsari ditarikan oleh seorang perempuan yang belum akil baliq.

b. Seblang Bakungan
Seblang Bakungan merupakan tradisi daerah Bakungan yang diadakan setiap satu minggu setelah Idul Adha. Umumnya sama seperti Seblang Olehsari namun penari Seblang Bakungan ini adalah seorang yang sudah menopause.

c. Barong Ider Bumi
Barong Ider Bumi merupakan tradisi warga Desa Kemiren yang sudah ada sejak dahulu. Tradisi ini diadakan sebagai bentuk kegiatan bersih desa yang diadakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur. Kegiatan ini dilakukan dan diikuti oleh seluruh warga dengan mengitari desa membawa barong dan berbagai sesajian dan diteruskan dengan makan bersama warga di Balai Desa Kemiren.

d. Puter Kayun
Puter Kayun ini merupakan tradisi warga Desa Boyolangu yang dilakukan setiap tahun saat memasuki hari ke sepuluh Bulan Syawal. Mereka melakukan napak tilas dengan menaiki dokar (delman) hias dari Boyolangu menuju pantai Watudodol. Tradisi naik delman hias ini digelar dari depan kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri. Warga dari berbagai perkampungan di Boyolangu berkumpul di depan kelurahan sambil menaiki dokar hias layaknya andong wisata. Sambil berdandan khas Using, yakni mengenakan pakaian adat serba hitam dan udeng. Tak lupa memakai kaca mata hitam, mereka duduk di dalam dokar dan siap melakukan ritual puter kayun menuju Watudodol.

e. Kebo-keboan
Kebo-Keboan adalah salah satu upacara yang diselenggarakan masayrakat Banyuwangi. Awal mulanya, upacara ini diadakan untuk memohon turunnya hujan saat musim kemarau panjang dan sebagai penolak bala. Dalam upacara ini terdapat beberapa dan atraksi yang menarik untuk dilihat dan menjadi event wisata tahunan kota Banyuwangi. Seseorang yang terpilih untuk menjadi manusia kerbau dalam upacara ini harus didandani menyerupai kerbau (Kebo), yang diberi tanduk dan warna hitam diseluruh badan. Hal itu melambangkan bahwa kerbau adalah binatang yang kuat dan menjadi tumpuan masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani. Kebo-keboan dilaksanakan hampir di semua Desa Osing di Kecamatan Singojuruh, seperti desa Alasmalang dan Aliyan. Pada desa Aliyan, penentuan siapa yang menjadi manusia Kerbau tidak ditentukan oleh pemuka adat desa setempat, melainkan arwah leluhur yang memilih siapa saja yang menjadi keboan. Sedangkan di Desa Alasmalang, masyarakat desa yang menjadi pemeran manusia kerbau dipilih oleh pemuka adat Desa Alasmalang.

f. Ngopi Sepuluh Ewu
Ngopi Sepuluh Ewu merupakan festival yang digelar setiap tahunnya di Desa Kemiren. Tradisi ini dibuat dengan tujuan menjaga persaudaraan warga Banyuwangi karena kopi sebagai symbol dimana kebiasaan warga Suku Osing selalu menyuguhkan kopi kepada tamu yang berkunjung kerumahnya. Selain kopi, ada juga berbagai macam jajanan pasar yang disuguhkan dalam event tersebut.

g. Gandrung Sewu
Gandrung Sewu merupakan festival yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh pemerintah. Dinamakan Gandrung Sewu karena festival ini diselenggarakan dan ditarikan oleh 1.000 lebih penari yang berasal dari putra-putri daerah Banyuwangi. Untuk tema Gandrung Sewu inipun setiap tahunnya berbeda dan tariannya selalu lebih baik dari tahun ke tahun.

 

------------------------------

As a cultural city, Banyuwangi has many regional traditions that are carried in the festival in Banyuwangi. These various cultures have their own histories and mystical things. The regional traditions include:

a. Seblang Olehsari
Seblang Olehsari is a tradition of Padasari residents which is held every one week after Eid and carried out for one week. Seblang Olehsari is danced by a person who is chosen supernaturally by Gambuh (handler) who is usually the bloodline of the seblang. Seblang Olehsari is danced by a woman who is not baligh yet.

b. Seblang Bakungan
Seblang Bakungan is a Bakungan regional tradition which is held every week after Eid al-Adha. Normally both seblang is same, but seblang bakungan played by old woman.

c. Barong Ider Bumi
Barong Ider Bumi is a tradition of Kemiren people thas exist for a long time. This tradition is held as a form of village clean-up which is held every year as a form of gratitude and respect for the ancestors. This activity is followed by local people by circling and carrying barong and various offerings and continued eating together with local people at the Kemiren Village Hall.

d. Puter Kayun
Puter Kayun is a tradition of local people in Boyolangu Village which is held every year when entering the tenth day of Shawwal Month. They did a pilgrimage by riding the ornamental dokar (delman) from Boyolangu to Watudodol beach. The tradition of riding the ornamental delman is held in front of the Boyolangu sub-district, Giri District. People from any villages in Boyolangu gather in front of the village while riding the ornament like a horse cart. While doing Osing Custom, which is wearing all in black traditional clothing and udeng. Do not forget to wear sunglasses, they sit in the dock and ready to perform the ritual puter kayun towards Watudodol.

e. Kebo-Keboan (Buffalo)
Kebo - Keboan is one of the ceremonies held by Banyuwangi people. At first, this ceremony is held to invoke rain during the long dry season and as ward off misfortune. In this ceremony, there are several and interesting attractions to be seen and become an annual event in Banyuwangi, a person chosen to become kebo - keboan in this ceremony must be dressed like a buffalo (Kebo), which is given horns and wearing all in black. It symbolizes that buffalo is a strong animal and becomes the foundation of farmer. Kebo-keboan is held in almost all Osing villages in Singojuruh sub-district, such as Alasmalang and Aliyan villages. In Aliyan village, a man who choosen as a buffalo (kebo) is not determined by male village however the ancestors who choose become keboan. Whereas in Alasmalang Village, the local people who become kebo – keboan is chosen by the traditional leader of Alasmalang Village.

f. Ngopi Sepuluh Ewu (Coffee ten thousand)
Ngopi Sepuluh Ewu is a festival that is held every year in Kemiren Village. This tradition is created with the purpose to keep brotherhood the local people of Banyuwangi, because coffee as a symbol where Osing people always serve coffee to the guest who visit their home. Beside coffee, there are various of traditional cake that is served in that event.

g. Gandrung sewu
Gandrung sewu is a festival that is held every year by government. Named Gandrung Sewu because this festival held and played by more than a thousand dancer by sons and daughters of Banyuwangi. For Garung Sewu theme, each year is different and the dance always getting better from year to year.

Oleh-oleh Banyuwangi yang terkenal antara lain:

a. Kue Bagiak
Kue Bagiak merupakan kue khas Banyuwangi yang terbuat dari tepung sagu, susu, dan kayu manis. Dulu kue ini hanya memiliki satu rasa, namun kini sudah tersedia dalam berbagai rasa seperti coklat, jahe, durian, dan berbagai rasa lainnya.

b. Batik
Banyuwangi memiliki banyak jenis batik yang dibuat oleh masyarakat daerah dengan mengusung tema dari daerahnya masing-masing. Batik yang terkenal di Banyuwangi dan banyak diminati oleh wisatawan antara lain:
- Batik Gajah Oling
- Batik Kangkung Setingkes
- Batik Bijih Kopi
- Batik Sekar Jagad
- Batik Mata Ayam
- Batik Paras Gempal
- dan berbagai macam batik lainnya

--------------------

The famous Banyuwangi souvenirs include:

a. Bagiak Cake
Bagiak cake is a special Banyuwangi cake made from sago flour, milk and cinnamon. It used to have only one flavor, but now it is available in various flavors such as chocolate, ginger, durian, and various other flavors.

b. Batik
Banyuwangi has many types of batik made by the local community with the theme of their respective regions. The famous & most attractive batik in Banyuwangi include:
- Batik Gajah Oling
- Batik Kangkung Setingkes
- Batik Sekar Jagad
- Mata Ayam Batik
- Gempal Paras Batik

Banyuwangi disebut sebagai kota festival karena Banyuwangi memiliki setidaknya 99 festival yang digelar pada tahun 2019 dan akan terus bertambah setiap tahunnya. Banyuwangi meraih predikat Kota Festival dari Kementrian Pariwisata atas prestasi yang ditunjukkan dengan mengembangkan tradisi daerah yang dimasukkan dalam festival daerah.

-----------------------------

Banyuwangi is called a festival city because Banyuwangi has at least 99 festivals held in 2019 and it will continue to grow each year. Banyuwangi has won the City Festival from the Ministry of Tourism of the achievement shown by developing regional traditions included in regional festivals.

Banyuwangi terkenal dengan berbagai makanan khas dan unik yang tidak ditemui di daerah lain seperti:

a. Sego Cawuk
Sego cawuk merupakan masakan khas yang disajikan dengan kuah parutan kelapa yang ditambahkan dengan jagung dan irisan timun sebagai pelengkapnya. Ada juga yang menambahkannya dengan kuah pindang untuk memberi rasa gurih pada kuah.

b. Pecel Pitik
Tidak seperti pecel pada umumnya, pecel pitik ini terbuat dari ayam yang dibakar dan disajikan dengan parutan kelapa yang dicampur dengan berbagai bumbu dan rempah-rempah dengan rasa asin, manis, dan pedas.

c. Sego Tempong
Sego tempong ini merupakan makanan khas yang popular di Banyuwangi. Dinamakan sego tempong karena sambalnya yang sangat pedas sehingga membuat penikmatnya seperti ditempong (ditampar) karena pedasnya sambal. Pada umumnya sego tempong disajikan dengan dadar jagung, ikan asin, tahu, tempe, lalapan kukus, dan berbagai lauk pilihan lainnya

d. Pecel Rawon
Sesuai dengan namanya, pecel rawon ini merupakan dua macam masakan berbeda yang dipadukan dan menghasilkan cita rasa yang khas. Rawon daging yang terbuaat dari kuah kluwek dicampurkan dengan sambal pecel dan beberapa sayur yang disajikan pada pecel pada umumnya menjadi makanan yang wajib dicoba saat berkunjung ke Banyuwangi.

e. Rujak Soto
Sama seperti pecel rawon, rujak soto juga merupakan makanan khas Banyuwangi yang tersusun dari dua macam masakan yang berbeda. Rujak yang umumnya dibuat dengan bumbu kacang dan disajikan bersama lontong dipadukan dengan kuah soto yang khas dengan aroma kunir menghasilkan rasa yang khas dan banyak menarik minat banyak wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

------------------------------

Banyuwangi is famous for a variety of unique foods and which is not found in other areas such as:

a. Sego Cawuk
Sego Cawuk is a special dish served with grated coconut sauce added with corn and cucumber slices as a complement. Some of them also add the boiled sauce to give the sauce a savory taste.

b. Pecel Pitik
Unlike pecel in general, pecel pitik is made from grilled chicken and served with grated coconut mixed with various herbs and spices with salty, sweet, and spicy flavor.

c. Segong Tempong
This Sego Tempong is the famous food in Banyuwangi. They named sego tempong because the sauce is very spicy so it makes people like being slashed (slapped) because of the spicy chili on it. In general, sego tempong is served with corn omelette, salted fish, tofu, tempeh, steamed vegetables, and various other side dishes.

d. Pecel Rawon
As its name, this pecel rawon is two different dishes that is combined and produce a unique taste. The rawon is made from kluwek sauce which mixed with pecel sauce and some vegetables served in pecels. It is a must-try when visiting Banyuwangi.

e. Rujak Soto
Just like pecel rawon, Rujak Soto is also a special food in Banyuwangi which is consists of two different dishes. Rujak is generally made with peanut sauce and served with rice cake combined with a special soup of soto with turmeric aroma produces a unique taste and attracts many tourists who visit Banyuwangi.

Karena Gunung Ijen memiliki suhu udara yang rendah dan tekanan angin yang tinggi maka wisatawan perlu memperhatikan danmempersiapkan alat-alat dibawah ini:

a. Jaket Tebal/Jaket Parasit
b. Penutup Kepala
c. Sarung Tangan
d. Tongkat Mendaki
e. Masker Gas dan Senter (disediakan penyewaaan masker gas dan senter di paltuding)

------------------------------

Because Mount Ijen has low temperatures and high wind pressure, tourists need to pay attention and prepare the following tools:

a. Thick Jackets / Parachute Jackets
b. Headgear
c. Gloves
d. Climbing Sticks
e. Gas masks and flashlights (rental of gas masks and flashlights are provided at paltuding)

Banyuwangi memiliki beberapa lokasi konservasi mangrove, antara lain:

a. Rowo Bayu
b. Mangrove Bedhul
c. Pantai Syariah
d. Pantai Cemara
e. Taman Nasional Baluran

------------------------------

Banyuwangi has several mangrove conservation locations, they are:

a. Rowo Bayu
b. Bedhul Mangrove
c. Sharia Coast
d. Cemara Beach
e. Baluran National Park

Air terjun yang bisa dikunjungi di Banyuwangi antara lain:

a. Air Terjun Lider
Air Terjun Lider terletak di kawasan hutan lindung petak 74, Blok Lider. Air terjun ini terletak di kaki Gunung Raung yang terletak sekitar 45 km dari pusat kota. Air terjun ini merupakan air terjun tertinggi yang ada di Banyuwangi.

b. Air Terjun Kalibendo
Air Terjun Kalibendo terletak di kawasan Perkebunan Kalibendo yang berjarak sekitar 10 km dari pusat kota.

c. Air Terjung Jagir
Air Terjun Jagir adalah salah satu air terjun yang berlokasi di Desa Karanganyar, Kecamatan Kemiren Banyuwangi. Air Terjun Jagir biasa disebut juga dengan Air Terjun Kembar karena memiliki tiga aliran yang bersebelahan. Berjarak sekitar 10 km dari pusat kota sehingga tidak memerlukan banyak waktu untuk pergi kesana.

d. Air Terjun Antogan
Air terjun ini terletak di Desa Antogan Rogojampi dan merupakan air terjun yang memiliki aliran deras sehingga sering digunakan sebagai tempat rafting dan tubing untuk wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi dan menyukai wisata air yang menantang.

e. Air Terjun Selendang Arum
Air Terjun Selendang Arum adalah air terjun yang terletak di kaki Gunung Semeru yang berada di Desa Songgon. Air terjun ini banyak dikunjuungi oleh wisatawan yang pergi ke Rowo Bayu dan Villa Bejong.

------------------------------

Waterfalls can be visited in Banyuwangi include:

a. Lider Falls
Lider Waterfall is located in the 74 hectare protected forest area, Block Lider. This waterfall is located at the foot of Mount Raung which is located about 45 km from thetown. This waterfall is the highest waterfall in Banyuwangi.

b. Kalibendo Waterfall
Kalibendo Waterfall is located in the Kalibendo Plantation area which is about 10 km from the town.

c. Jagir Waterfall
Jagir Waterfall is one of the waterfalls located in Karanganyar Village, Kemiren District, Banyuwangi. Jagir Waterfall is also called Twin Falls because it has three contiguous streams. Located about 10 km from the town, so it does not take much time to get there.

d. Antogan Waterfall
This waterfall is located in the Village of Antogan Rogojampi and the waterfall has a swift flow so it is often used as a rafting and tubing place for tourists who like challenging water tourism in Banyuwangi.

e. Selendang Arum Waterfall
Selendang Arum Waterfall is located at the foot of Mount Semeru in Songgon Village. This places is often visited by many tourists who wants to go to Rowo Bayu and Bejong Villas.

Pulau Merah terletak ±70Km dari pusat kota dan memerlukan waktu tempuh sekitar 2 jam untuk tiba di Pulau Merah tersebut.sedangkan untuk pergi ke Teluk Hijau memerlukan waktu 2 jam 30 menit dari pusat kota atau sekitar 1 jam perjalanan dari Pulau Merah tergantung kepadatan jalan dan besar kecilnya kendaraan yang digunakan.

------------------------------

Teluk Hijau (Green Bay) is located ± 70 km from the town and it takes about 2 hours to arrive at the Pulau Merah (Red Island). While to go to the Green Bay takes 2 hours 30 minutes from downtown or about 1 hour drive from the Pulau Merah (Red Island) depend on the road and the kind of vehicle used.

Banyuwangi memiliki dua objek wiata yang dimanfaatkan sebagai pusat konservasi penyu yang dibuka untuk umum, antara lain:

a. Pantai Sukamade

Selain dapat melihat penangkaran penyu, di Pantai Sukamade kita bisa menyaksikan penyu bertelur secara langsung pada malam hari dan pelepasan penyu. Untuk mencapai Pantai Sukamade kita akan melewati sungai yang mengarah ke laut dengan menggunakan Mobil Jeep yang disediakan di tempat wisata.

b. Pantai Cemara

Pantai Cemara juga merupakan tempat edukasi penyu yang mudah dijangkau karena terletak di pusat kota dan segala kendaraan dapat menjangkau pantai ini. Selain edukasi penyu pantai cemara juga memiliki konservasi bakau dan cemara yang berjejer di sepanjang pantai sehingga menambah kesan asri dan teduh di pantai.

------------------------------

Banyuwangi has two objects tourism which is used as a turtle conservation center that is open to the public, they are:

a. Sukamade Beach
Besides being able to see the turtle breeding, on Sukamade Beach we can see turtles lay eggs directly at night and release the sea turtles. To reach Sukamade Beach we will pass the river that leads to the sea by using the Jeep Car provided at the tourist attractions.

b. Cemara Beach
Cemara Beach is also an easy-to-reach place for sea turtle education because it is located in the town and can be reached by all vehicles. Beside the education of turtles, Cemara Beach also has mangrove and fir conservation lined along the beach so that it will make it beautiful and shady impression on the beach.

 

Pusat oleh-oleh yang ada di Pusat Kota antara lain:

a. Osing Deles
b. Sun Osing
c. Batik Sisik Melik’
d. Batik Sayu Wiwit
e. Nebula
f. Pelangi Sari
g. Pia Glenmore

------------------------------

The souvenirs center in the town are:

a. Osing Deles
b. Sun Osing
c. Batik Melik Scales ’
d. Batik Sayu Wiwit
e. Nebulae
f. Pelangi Sari
g. Pia Glenmore

Waktu yang terbaik untuk mendaki Kawah Ijen adalah pukul 00.00 karena pada waktu ini kita dapat menyaksikan keindahan Blue Fire yang dimiliki Ijen dan dapat menikmati keindahan Sunrise di puncak setelah menyaksikan Blue Fire sebelum kembali ke Paltuding.

------------------------------

The best time to climb the Ijen Crater is 00.00 because at that time we can see directly the beauty of Blue Fire owned by Ijen and enjoy the beauty of Sunrise on the peak after watching Blue Fire before returning to Paltuding.

Banyuwangi dikenal dengan Sunrise Of Java karena memiliki bentang laut yang bisa direkomendasikan sebagai tempat untuk menikmati sunrise dan sunset.

Tempat yang bias dikunjungi untuk menikmati Sunrise antara lain:

a. Pantai Boom Banyuwangi
b. Pantai Cacalan
c. Grand Watudodol
d. Gantasan Ijen

Tempat yang bisa dikunjungi untuk melihat sunset antara lain:

a. Pulau Merah
b. Pantai Trianggulasi
c. Taman Nasional Baluran

------------------------------

Banyuwangi is known as the Sunrise of Java because it has a landscape that can be recommended as a place to enjoy sunrise and sunset.

Places that can be visited to enjoy Sunrises are:

a. Boom Banyuwangi Beach
b. Cacalan Beach
c. Grand Watudodol
d. Change in Ijen

Places that can be visited to see the sunsets are:

a. Pulau Merah (Red Island)
b. Trianggulasi Beach
c. Baluran National Park

 

Ya, Situs budaya yang dibuka untuk umum antara lain:

a. Museum Banyuwangi
b. Kampung Inggrisan
c. Sumur Sritanjung
d. Desa Adat Osing

------------------------------

Yes, the cultural sites are open to the public, they are:

a. Banyuwangi Museum
b. British Village
c. Sritanjung Well
d. Indigenous Village of Osing

Banyuwangi memiliki banyak tempat wisata yang dekat dengan pusat kota, diantaranya yaitu:

a. Pantai Boom Marina Beach
b. Pantai Cemara Banyuwangi
c. Pantai Cacalan
d. Taman Sritanjung
e. Taman Blambangan
f. Air Terjun Jagir
g. Desa Adat Osing
h. Pendopo Banyuwangi
i. Klenteng Hoo Tong Bio
j. Masjid Agung Baiturrahman
k. Masjid Cheng Ho
l. Wisata Kawitan (tempat pembuatan batik)

------------------------------

Banyuwangi has lots of tourist attraction nearby the town, here some of them:

a. Boom Marina Beach Beach
b. Cemara Banyuwangi Beach
c. Cacalan Beach
d. Sritanjung Park
e. Blambangan Park
f. Jagir Waterfall
g. Indigenous Village of Osing
h. Banyuwangi Pendopo
i. Hoo Tong Bio Temple
j. Baiturrahman Grand Mosque
k. Cheng Ho Mosque
l. Kawitan Tourism (place of making batik)

 

Kawah Ijen berjarak ±45 Km dari pusat kota. Waktu tempuh yang diperlukan untuk mencapai Kawah Ijen dari pusat kota sekitar 1 jam dan memerlukan waktu 1 jam hingga 2 jam pendakian untuk sampai ke puncak gunung.

------------------------------

It takes about + 45 km from the city. The travelling time need 1 hour to get ijen from the town and takes 1 up to 2 hours climbing to get to the top of the mountain.

PT. Trans Rajawali Bangkit
(Trans Blue Fire Tour and Travel)

branch

Phone: (+62333) 4465999 | Whatsapp: +628113771199
Jl. Jend. Sudirman No. 98, Banyuwangi